• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

Kegiatan bertajuk, “Expo Kewirausahaan” baru saja diselenggarakan, tanggal 29-30 Desember 2016. Siswa SMA Negeri 3 Denpasar menunjukkan hasil karya wirausahanya. Bertujuan untuk memupuk jiwa wirausaha, kegiatan ini mendapat tanggapan positif khususnya bagi para siswa.

 

       Siswa SMA Negeri 3 Denpasar sangat berantusias dalam kegiatan wirausaha di penghujung tahun tersebut. Selain dapat menampilkan hasil karya, siswa juga dapat melatih jiwa wirausaha sejak dini. Berbagai strategi promosi dan pemasaran dilakukan. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Anak Agung Istri Sari Ning Gayatri (15). Gadis yang menjual salah satu produk olahan makanan ini menarik pembeli dengan pembagian brosur hingga penawaran tester. “Kalau untuk pembagian brosur diberikan pada pengunjung stand saja. Tapi kita lebih menawarkan tester pada calon pembeli,” tutur gadis bertubuh mungil ini. “Pakai tester, supaya pembeli tertarik mencicipi makanannya dulu. Kalau menurutnya enak, bisa langsung dibeli,” jelasnya sambil tertawa kecil.

     Persiapan produk yang dijual pun telah dilakukan matang-matang sehingga penjualan berjalan lancar. “Persiapannya sekitar 5 hari sebelum Expo dilaksanakan,” tambahnya. Namun dirinya mengaku mengalami kurangnya persiapan untuk menghias dan menata stand yang ditempati. Dirinya menuturkan bahwa pemberitahuan untuk menghias stand diinformasikan terlalu mendadak, sehingga tergesa-gesa dalam proses penghiasannya. Namun acara tetap berjalan dengan meriah. Stand-stand dihiasi dengan pernak-pernik seperti pita dan balon-balon.

      Tak hanya siswa saja yang berantusias, namun juga para guru. “Acara expo ini bagus untuk melatih jiwa entrepreneur kalian, perlu diulang lagi setiap tahunnya,” ujar Agus Putu Adi Wyadnya, salah satu guru di SMAN 3 Denpasar. Dalam kegiatan expo ini, para siswa tak hanya monoton menjual makanan saja, namun juga menjual barang rekayasa seperti tas, lampu tidur, bantal tidur, maupun budidaya, seperti budidaya Ikan Cupang, budidaya tumbuhan, dan lain sebagainya. Hal itu tentunya membuat siswa berlatih untuk membuat sesuatu yang unik, inovatif, dan berani mencoba sesuatu yang baru. “Lanjutkan usaha kalian, jangan berhenti sampai disini. Kalian masih di permukaan, galilah lebih dalam potensi berwirausaha”, pesannya ketika mengakhiri wawancara. (cw/ms)

Pengunjung Lainnya

We have 90 guests and no members online