• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

“Membantu sekali, mau beli apa jadi lebih mudah. Belanja jadi mengasyikan,” ucap Ni Putu Yusmara Dewi (16), Minggu (11/12)

 

      Belanja memang menjadi kegiatan rutin yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. “Gak cuma pas perlu aja sih, tapi kalau lagi liat barang yang bagus walaupun gak perlu, ya langsung dibeli aja,” papar Yusmara, seorang siswa SMA yang gemar berbelanja.

     Seiring berjalannya waktu, untuk berbelanja, orang-orang sudah tidak perlu lagi pergi jauh-jauh menuju tempat belanja, melainkan hanyak duduk dirumah ditemani dengan gadget dan koneksi internet, kita sudah dapat membeli barang apa saja dan dimana saja dalam sekejap. “Gampang banget karna sudah ada aplikasi belanja online, jadi walaupun sedang males gerak kita tetap bisa belanja,” aku Yusmara.

     Kini, kegiatan belanja online diperingati setiap tanggal 12 Desember yang dikenal dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Dilansir dari web http://www.harbolnas.com/, Harbolnas merupakan hari perayaan untuk mendorong dan mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online (daring) dengan aman dan nyaman serta tawaran diskon yang sangat menarik menjadi prioritas saat berbelanja online.

     Harbolnas biasanya dirayakan dengan diskon dan promo besar-besaran pada masing masing kategori, seperti: pakaian, alat rumah tangga, alat kecatikan dan lain sebagainya. “Pas waktu kayak gini, paling asik untuk belanja, selain murah, barang barangnya juga beragam,” kata Desak Suryani (17), konsumen yang kerap membeli alat kecantikan lewat online.

       Walaupun banyak keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, para konsumen atau pembeli tetap dituntut untuk berhati-hati dalam memilih barang, karena tidak semua barang yang ada di foto, sama dengan asilnya. Seperti yang dialami Desak, “Waktu itu sempat beli sepatu, difoto keliatannya bagus banget, tapi pas dateng warnanya agak gak sesuai sama gambarnya, ukurannya juga gak pas,” ujarnya.

      Selain itu, momentum Harbolnas yang biasa dirayakan dengan promo besar-besaran, juga dapat berdampak pada meningkatnya daya konsumsi masyarakat. “Ya, karena kita tiba-tiba liat ada barang yang diskonnya besar, kita jadi tertarik beli itu. Padahal sejak awalnya gak niat beli,” jelas Rachmanda Mohammad Solikin (17). “Dampaknya, ya tentu jadinya kita jadi boros, hehe,” kekehnya.

      Dengan adanya teknologi baru seperti belanja online, diharapkan tidak mempengaruhi perekonomian bagi mereka yang berjualan langsung (tidak melalui online). Melainkan kedua jenis bisnis tersebut dapat tumbuh besar secara beriringan, sehingga dapat memajukan perekonomian Negara. (git)

Pengunjung Lainnya

We have 89 guests and no members online