• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Tajuk

 Ujian Nasional bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

      Hal tersebut tertuang dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasionaL. Sejalan dengan tujuannya maka pelaksanaan Ujian Nasional dari tahun ke tahun tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

       Dahulu UN dilaksanakan guna menentukan standar kelulusan para siswa. Hal ini tentunya menimbulkan pro dan kontra. Mengingat setelah sekian lama para siswa belajar, ujung-ujungnya kelulusan ditentukan berdasarkan ujian yang hanya berlangsung selama 3-5 hari. Sedangkan nilai yang telah dipupuk sejak lama, tak dipergunakan sama sekali.

      Untuk itu, tahun 2015, Ujian Nasional tak lagi digunakan sebagai standar kelulusan. Sebagai gantinya, sekolah masing-masing diberi wewenang untuk menentukan kelulusan pada peserta didik. Tak menjadi standar kelulusan lagi, bukan berarti UN ditiadakan, Dalih-dalih sebagai fungsi pemetaan kualitas pendidikan masing-masing daerah, akhirnya UN tetap berjalan. Itupun dengan manufer baru yang cenderung mendadak pula: penerapan sistem Computer Based Test (CBT) atau ujian menggunakan komputer.

    Niat hati melakukan pemetaan, justru memunculkan ketimpangan. Sebabnya jelas, belum semua daerah siap menyelenggarakannya. Hal itu perlu perencanaan yang matang. Ujung-ujungnya, hanya segelintir sekolah ‘terpercaya’ yang diberi kesempatan menyelenggarakan UN secara CBT. Sisanya, ‘berserah’ pada cara konvensional: Paper Best Test (PBT) atau ujian berbasis kertas/teks.

      Pihak terkait terkesan gegabah dalam menetapkan keputusan. Banyak hal yang semestinya harus dipertimbangan. Tidak hanya bertolok pada kemampuan finansial dan sarana-prasarana saja, tetapi juga kesiapan siswa dan guru di daerah. Pentingnya melakukan sosialisasi dan edukasi terkait sistem Ujian Nasional secara lengkap dan detail.

    Hal ini dilakukan guna meminimalkan kemungkinan pemahaman yang berbeda pada masing-masing individu terhadap UN. Selain itu, juga perlu dimatangkan kemampuan siswa, agar UN tak semata hanya berfungsi untuk memetakan, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

 

 

 

Pengunjung Lainnya

We have 114 guests and no members online