• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Sastra

Malam ini aku bergegas untuk pegi ke alun-alun kota. Awalnya semua terasa normal dan baik-baik saja.

 

       Sampai akhirnya aku sadari, bahwa jalanan sangat sepi “ini terlalu sepi untuk ukuran jalan sebesar ini” gumamku. Saat hendak melintasi persimpangan jalan, sekilas aku melihat sosok tinggi dengan jubah berwarna hitam. Saat itu lampu jalan sedang redup, samar-samar aku melihat sosok tersebut tertawa sambil mengibas-ngibaskan samurai panjang yang ada di tangannya. Aku tertegun sembari menyadari apa yang ada di depan ku saat ini. Semakin aku mendekat, semakin jelas sosok tersebut terlihat.

    Akupun memacu kendaraan ku agar lebih cepat. Semakin dekat, sosok tersebut terlihat semakin besar dan menyeramkan. “Tuhan selamatkanlah aku kali ini” gumam ku dalam hati. Entah bagaimana, seketika aku menembus badan dari sosok tersebut. Akupun terus berdoa, sembari menyadarkan diriku, apa yang barusan terjadi.

    Saat aku melintasi persimpangan yang kedua, ditengah jalan aku melihat sosok manusia tengah berjongkok sembari melotot menatap ku dengan suara tawanya yang keras, entah apa yang membuat orang itu menertawai ku, namun suara tawanya semakin lama terdengar semakin keras. Tidak lama setelah itu banyak kerumunan orang berjubah hitam dengan senjatanya keluar dari balik semak-semak dan berlari ke arah ku. “oh, tuhan apalagi sekarang” ucap ku kebingungan.

     Melihat gerombolan itu semakin mendekat, aku pun berbalik arah, dan menambah kecepatan kendaraan ku, seketika di depan ku sudah ada sosok tinggi berjubah hitam yang aku lihat tadi, namun kali ini wajahnya terlihat jelas dan sangat mengerikan, dengan senyum yang sangat lebar, dan dengan mata yang besar dan melotot ke arahku.

      Badanku bergetar, aku sangat ketakutan, akupun terjatuh dari motorku, gerombolan orang dan sosok berjubah hitam itu semakin mendekat ke arahku dengan suara tawa mereka yang sinis. Semakin lama semakin dekat, aku sangat ketakutan, badan ku bergetar dan keringat dingin mulai membasahi badan ku, aku menutup mata ku dan berteriak kencang “tidaakkk..”.

       Seketika aku terbangun dari mimpiku, aku tertegun sejenak. “Hm, mimpi yang aneh” ucapku. (git)

Pengunjung Lainnya

We have 114 guests and no members online