• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Tajuk

Kemajuan teknologi tak hanya merambah kegiatan komunikasi, tapi juga pendidikan.

      Pengaplikasian kemajuan teknologi pada dunia pendidikan sejatinya ‘dipayungi’ oleh regulasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah ayat 13. Regulasi ini menegaskan bahwa berkembangnya inovasi-inovasi penggunaan teknologi di bidang pendidikan telah dijamin oleh pemerintah.

      Ambil contoh, menjamurnya aplikasi pembelajaran berbasis online. Sistem pengajaran seperti ini memungkinkan siswa menyimak pelajaran tanpa harus melalui ‘tatap muka’ dengan guru di sekolah. Tak sekadar aplikasi buatan luar negeri, Indonesia juga memanfaatkan sistem online ini untuk diterapkan secara nyata. Sebut saja salah satunya UNBK yang hingga saat ini masih menjadi kontroversi di kalangan pelajar SMA. 

      Namun, tak ada gading yang tak retak. Nyatanya, para pelaku kegiatan mengajar belajar (KMB) tidak bijaksana dan terlena dengan kemudahan teknologi ini. Gampangnya mencari materi di layanan Google bisa menanam benih - benih plagiator. Siswa tak lagi menghargai teori dan rumus yang dulu para ilmuwan cari dengan mengamati. Menekankan pada harapan hasil serta nilai tinggi, redaksi yakin siswa yang mencari materi di internet tak sepenuhnya bahkan samasekali tak paham tentang materi tersebut.

       Pun di pihak guru, pembelajaran berbasis online ini justru dimanfaatkan untuk berleha-leha. Tak lagi harus masuk kelas, guru serta merta melimpahkan tugas dan mengatakan "cari saja di internet!". Sungguh miris, ini adalah pembuktian bahwa para pengajar lupa akan fungsi dan kerjanya. Lebih luas, ketidakmerataan pembangunan di Indonesia membuat tak banyak sekolah bisa menerapkan kegiatan mengajar belajar secara online sehingga dikhawatirkan terjadi ketimpangan.

    Kemajuan teknologi di bidang pendidikan, seharusnya menjadi momentum yang tepat dalam memajukan pendidikan Indonesia. Dimulai dengan refleksi diri, atas segala penyalahgunaan-penyalahgunaan yang dilakukan oleh siswa dan guru terkait penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Mengaculah kepada UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 3 yang mengamanahkan bahwa, "tujuan pendidikan nasional, ialah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab".

       Jadikan kemajuan teknologi sebagai langkah keberhasilan Indonesia, bukan menjadi sebuah 'kambing hitam' atas kegagalan Indonesia di dunia pendidikan.

Pengunjung Lainnya

We have 115 guests and no members online