• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Tajuk

Kapitalisme, ideologi yang menggerakkan kalangan pers di bawah naungan uang, di mana uang seakan menjadi prioritas dibandingkan memberitakan informasi yang berbobot dan mengedukasi.

 

     Pers tidak pantas melakukan hal tersebut. Segala butuh uang, tapi uang bukan segalanya. Memenuhi kebutuhan pribadi memang tujuan hidup setiap orang. Tetapi tidak pantas, bahwa kalangan pers harus ‘menghalalkan’ segala cara hanya untuk mendapatkan rupiah. Pers tidak boleh menjunjung tinggi kepentingan pribadi di atas tugas dan kewajibannya sebagai pers. Pers adalah lembaga perjuangan. Kebenaran dan kredibilitas fakta yang dilaporkan adalah kehormatan pers. Sehingga sangat tidak etis bila pers merelakan kebenaran informasi bila hanya untuk ‘mengenyangkan perut sendiri’.

     Pers akan kehilangan kehormatannya bila menganut kapitalisme. Pers yang baik seharusnya menjalani kewajiban dengan baik. Bukan pers bila tak dapat merealisasikan tugas dan kewajibannya sebagai pers. Pers yang informatif, komunikatif, edukatif, menghibur, dan menjadi kontrol sosial, merupakan lima fungsi pers yang harus senantiasa dipegang teguh oleh kalangan pers. Keberadaan ideologi kapitalisme seakan membuat pers menjadi ‘kacang lupa kulitnya’ dan melupakan fungsi-fungsinya.

     Mengapa kapitalisme pers harus dibasmi? Dampak yang begitu besar menanti bila kapitalisme terus saja ‘disemai’. Kapitalisme dalam ‘darah’ pers akan membuat pers menjadi provokatif, ‘musuh’ pers. Berita-berita yang berbau provokasi akan membuat masyarakat terjerumus pada pemberitaan-pemberitaan yang tidak aktual. Masyarakat menjadi tak cerdas dalam memahami situasi yang diberitakan oleh pers. Hal ini hanya akan membuat masyarakat tergabung dalam kontroversi yang ditimbulkan dari pemberitaan tersebut. Gejolak-gejolak sangat rentan terjadi bila masyarakat telah terjerumus oleh pada kontroversi buatan kapitalisme pers. Pers tak ubahnya bagai makhluk yang paling berdosa bila dengan senang hati dan tanpa beban melakukan hal tersebut.

     Oleh karena itu, pers masa kini harus sadar. Membuang kapitalisme dan kembali pada ideologi yang semestinya. Undang-undang pers, lima fungsi pers, dan kode etik pers merupakan pegangan pers dalam melakukan memberitakan informasi kepada masyarakat. Menjadi lembaga perjuangan dan kehormatan di masyarakat tentu harus mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar di mata masyarakat. Maka, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pers merupakan sebuah keharusan. Memerangi kapitalisme, demi masyarakat. Niscaya semua akan indah, tanpa kapitalisme.

Pengunjung Lainnya

We have 146 guests and no members online