• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

Menulis buatnya adalah sarana mencurahkan isi hati. Di tengah kesepian yang pekat, menulislah yang menjadi penghibur hatinya.

        Fina, begitu akrabnya ia disapa. Gadis yang kini tengah menempuh pendidikan di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Udayana adalah seorang penulis muda yang kata teman-temannya begitu dramatis. Dapat dilihat dari blog pribadinya, tulisan yang ia buat memang benar-benar merupakan curahan hati seorang remaja. Di balik tulisannya yang dramatis itu, ternyata perempuan kelahiran 18 tahun silam ini juga melewati kehidupan yang dramatis.

        Kuper, tertutup, nggak punya temen, jadul. Begitulah citra gadis penyuka pink ini, di mata teman-teman SDnya, “Dulu pas SD itu aku cuma punya satu temen, dan itupun nggak lama kemudian dia pindah sekolah,” ujar gadis berkacamata ini. Setelah itu, menulislah yang menjadi temannya untuk mencurahkan isi hati. Kegemarannya menulis ternyata membuahkan hasil. Ia sempat megikuti lomba menulis cerpen dan sukses meraih juara satu. Bahkan, bagaikan secercah cahaya pembimbing dari kegelapan, cerpennya berhasil dimuat dalam sebuah buku. Momen itu benar-benar menghidupkannya. Setelah buku itu diterbitkan, banyak teman-temannya yang jadi ramah dan bahkan meminta tanda tangan kepadanya.

      Kesuksesannya dalam menulis tidak sampai disitu saja. Meski sempat vakum ketika SMP, Fina kembali melanjutkan kegiatan menulis saat masuk ke ekstra Madyapadma. Selama menjabat sebagai Pemimpin Umum Madyapadma Journalistik Park 2014-2015, gadis yang gemar membaca novel bergenre romance ini sukses menerbitkan sebuah buku. Berbagai rintangan dihadapinya dalam pembuatan buku ini. Rasa bosan utamnya. “Tapi pelampiasan bosan itu nggak jauh-jauh banget. Biasanya kalau bosan palingan aku baca novel, terus jadi terinspirasi lagi untuk nulis,” akunya.

         Tere Liye, adalah penulis idolanya. Baginya, tulisan seseorang yang menulis untuk hidup sangat berbeda dengan orang yang hidup untuk menulis. (nan)

Pengunjung Lainnya

We have 76 guests and no members online