• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

Harga buah naik, bunga naik, bumbu dapur apalagi. Masyarakat bingung, pedagang pun bingung. Lantas bagaimana solusinya?

 

    Hari raya Galungan dan Kuningan baru saja usai. Dengan segala kemeriahannya, masyarakat Hindu di Bali telah menyambut hari kemenangan Dharma melawan Adharma tersebut. Terbukti dengan tak pernah sepinya pasar-pasar yang ada di Bali, selalu ramai dikunjungi masyarakat. Para pedagang pun tak pernah menyisakan barang dagangannya, semuanya ludes habis terjual. Hal ini terjadi mengingat bertambahnya kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

      Alhasil, masyarakat harus mengeluarkan kocek yang tak sedikit. Pasalnya bertambahnya kebutuhan juga berbanding lurus dengan naiknya harga barang di pasaran. Harga barang yang paling sering naik menjelang hari raya ini adalah bumbu dapur, buah-buahan, bunga, dan juga busung. Dilansir pada laman kompas.com, harga cabai misalnya kini tembus Rp 60.000/kg, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 15.000/kg. Tak jauh berbeda dengan naiknya harga bumbu dapur, harga buah pun ikut melambung tinggi. Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Amlapura, Karangasem. Harga apel impor naik dari harga Rp 8.000 menjadi Rp 15.000 per kg.

     Menanggapi kenaikan berbagai macam kebutuhan pokok tersebut para masyarakat pun berusaha untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut mulai dari jauh-jauh hari. Namun tetap saja ada sebagian masyarakat yang “keberatan” dengan naiknya harga barang tersebut.

     Pedagang pun tak punya pilihan lain, barang yang diperoleh dari pemasok diambil dengan harga tinggi,untuk mendapat keuntungan mereka pun harus menaikkan lagi harga tersebut. Tak jarang banyak pedagang yang hanya mengambil untung sedikit agar barang dagangannya laku terjual.

    Peran pemerintah saat sangat diperlukan disini mengingat pemerintah memiliki peran penting dalam mengontrol naik turunnya harga barang dipasaran. Harga yang ada di pasaran diharapkan seimbang dengan pendapatan masyarakat. Salah satu caranya dengan melakukan sidak harga di pasaran guna mengetahui harga barang apa saja yang meningkat. Menambah kuota kebutuhan masyarakat yang dianggap paling banyak dicari. Pasar murah juga dapat dilakukan sebagai perantara langsung petani dengan konsumen, sehingga harga barang dapat dikontrol. Tujuannya, agar pembeli maupun penjual masing-masing memperoleh keuntungan sehingga terjadi keseimbangan dan kesinambungan. (prh)

Pengunjung Lainnya

We have 106 guests and no members online