• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

Jangan malu dikatai maniak komputer. Banggakan saja, karena itu adalah nilai plus dari dirimu. Itu, prinsipnya.

     Aurelius Filibertus Nong Vito, sang maniak komputer, kerap disapa Vito. Dengan kaca mata yang selalu bertengger di atas hidungnya, julukan itu sepertinya memang cocok untuk diberikan kepada cowok kelahiran 15 tahun lalu ini. Sejak belia sudah, dunianya dipenuhi dengan dunia teknologi. Bukan sekedar mainan, seperti anak-anak pada umumnya. Tapi dunianya adalah dunia komputer yang sesungguhnya.

    “Dari kecil emang suka main game komputer sih. Tapi sekarang, saya pengen jadi orang yang ada di balik gamenya itu,” ujarnya ketika di wawancarai Rabu, (31/08) di depan workshop SMA Negeri 3 Denpasar. “Terutama Feeding Frenzy, gamenya itu bagus lo,” celetuknya. Vito jatuh cinta pada dunia komputer yang sebenarnya ketika duduk di kelas 4 SD. Dimulai dari terpukaunya ia pada sebuah artikel tentang pemrograman di sebuah majalah. “Waktu itu, bahkan sempet saya iseng ngutak-atik komputer sekolah sampai nggak mau hidup. Akhirnya dimarah guru, dan saya harus benerin sendiri komputernya,” tuturnya.

    Keinginannya untuk membuat game memang belum kesampaian. Tapi hingga kini, dirinya sudah dapat membuktikan kepada orang tuanya bahwa hobinya ini bukan sekedar main-main. Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Komputer di SMAN 7 Denpasar 2015, Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Komputer di SMAN 2 Denpasar 2015. “Yang paling membanggakan itu ya saya bersama beberapa kakak kelas pernah membuat program absensi dengan menggunakan barcode, sebelum kita tau ada yang namanya absen wajah. Karena itu kami sempat diundang ke berbagai acara, bahkan ada yang sampai tayang di Filipina,” cerita pria penggemar nasi goreng ini.

    Dunia pemrograman komputer, biasanya identik dengan matematika logika. Bagian inilah yang katanya sering membuat Vito stres. Tapi sebagai penetralisir, ia mempunyai kegemaran lain, yang sebenarnya sudah ia senangi sejak lebih belia lagi. “Ma, Vito suka piano, boleh les nggak?” Kata-kata itu terlontar dari mulut Vito yang baru duduk di kelas 2 SD. Bukan hanya sebagai penghilang stres, kesenangannya dengan musik ternyata juga tak main-main juga. Ia pernah menjadi juara 2 dalam lomba cipta lagu tingkat provinsi tahun lalu.

     Bermain matematika dan musik, seolah menunjukkan bahwa hidup Vito sudah begitu seimbang. Namun siapa sangka, siswa kelas X SMA Negeri 3 Denpasar ini bercita-cita sebagai dokter penyakit dalam. “Bapak saya sering sakit. Sakit ginjal, dan beberapa penyakit dalam lainnya. Jadi pengen rasanya bisa nyembuhin,” ujar Vito.

      Jiwa Vito, seolah sudah ia bagi bagi sedemikian rupa. ¼ untuk komputer, ¼ untuk musik, dan ½ untuk mencapai cita-cita. Sebagai seorang pria sekaligus programmer, ada satu masalah yang sampai saat ini belum dapat ia selesaikan. Di akhir wawancara, dia berkata, “susah nyari cewek. Tolong cariin saya cewek dong.” (nan)

Pengunjung Lainnya

We have 50 guests and no members online