• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

Banyak orangtua kebingungan dalam mengenali perilaku anaknya, membuat anak ADHD tak mendapatkan perlakuan yang seharusnya. Padahal anak berkebutuhan khusus ini mempunyai potensi besar dalam dirinya.

 

     ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Gangguan ini dapat disebabkan oleh ibu maupun lingkungan luar. Anak hiperaktif biasanya mulai dapat dibedakan sejak mereka berusia 6 (enam) bulan. Ketidakmampuan anak dalam memusatkan pikiran dan konsentrasi dan cenderung asik dalam dunianya sendiri merupakan gejala dari anak hiperaktif. Gangguan ini harus dikenali sejak anak masih balita, agar cepat mendapat penanganan.

    Namun kebanyakan orangtua salah dalam menafsirkan gangguan perkembangan ini. Contohnya ketika anak mulai menangis dan berteriak saat keinginannya tidak terpenuhi maka orang tua mulai beranggapan bahwa anaknya mengalami ADHD, padahal sebenarnya anaknya terlahir normal. Ada pula orang tua yang menganggap anaknya “baik-baik” saja, namun nyatanya mengalami ADHD. Otomatis anak tersebut terlambat mendapat penanganan. Penanganan untuk anak hiperaktif dapat dilakukan melalui terapi. Mengapa? Karena dengan adanya terapi dapat mengarahkan perilaku anak agar lebih terkontrol.

     Disinilah peran orangtua amat dibutuhkan. Dalam proses terapi tersebut orangtua harus benar-benar sabar menghadapi anak hiperaktif. Komunikasi kepada anak juga haus tetap dijaga. Jangan sekali-kali menerapkan terapi dengan bertindak keras. Misalnya dengan pemberian hukuman. Pemberian hukuman hanya dapat membuat tingkah laku anak tersebut semakin parah. Sikap terbaik yang harus diambil adalah dengan memberikan kasih sayang yang bijaksana dan tidak memanjakan anak. Biasanya anak hiperaktif memiliki kecerdasan diatas rata-rata, namun kebanyakan orang tua tak menyadari hal itu. Untuk itulah orang tua harus memperhatikan tingkat kecerdasan mereka sehingga mampu menyalurkan tingkah laku yang dimiliki anak menuju hal positif sesuai dengan bakat dan minat yang mereka miliki. (prh)

Pengunjung Lainnya

We have 91 guests and no members online