• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

“Pak Adisu kok belum dateng ya?” tanya Vira Niyatasya Shiva Duarsa (16) kepada teman-temannya sembari berduduk di sebuah tangga.

    Sedari tadi, ia dan teman-temannya sedang menunggu pembina untuk masuk ke dalam Hotel Harris. Dengan menggunakan seragam bercorak batik berwarna biru muda, Vira bersama teman-temannya yang total berjumlahkan dua puluh orang, mewakili SMAN 3 Denpasar sebagai pahlawan energi dalam acara launching Lomba Hemat Energi di Rumah dan Sekolah 2016 di Harris Hotel & Convention Denpasar (25/8).

     “Oh itu Pak Adisu!” seru Cokorda Gede Agung PSD (16) yang juga tergabung sebagai pahlawan energi. I Made Adi Sukariawan, salah satu guru SMAN 3 Denpasar yang ditugaskan sebagai manager energi akhirnya menjawab penantian Pradana. Adisu berserta anak didiknya kemudian menuju ruangan di mana peluncuran akan berlangsung.

      Makin menipisnya bahan bakar fosil, sementara penemuan cadangan energi sangat lambat dibandingkan laju konsumsi energi nasional menjadi latar belakang lomba ini diselenggarakan. “Kalau ini dibiarkan, 23 tahun yang akan datang, Indonesia akan sulit memenuhi persediaan energinya,” ucap Farida Zed, Direktur Konservasi Energi DJEBTKE dalam sambutannya. Karena tak ada satupun negara, yang dapat bertahan tanpa energi.

    “Sebagai fasilitator kita bertugas memantau penggunaan energi dan juga mengingatkan kalau ada barang-barang elektronik yang belum dimatikan,” ucap Adisu. Dirinya mengungkapkan bahwa pemilihan para Pahlawan Energi Trisma bukannya melalui seleksi yang khusus, asalkan memiliki komitmen dalam membantu sekolah mengurangi konsumsi energinya.

     Adisu memaparkan, perencanaan program pada Pahlawan Energi Trisma masih dalam rancangan lebih lanjut. “Intinya, nanti ada tiga program. Pertama, mapping seluruh konsumsi energi di sekolah. Selanjutnya memantau penggunaan energi di lingkungan sekolah. Dan kemudian kampanye hemat energi dengan menempel kalimat-kalimat kreatif gitu”, jelasnya lugas.

      Ditanya soal target lomba, Adisu hanya menyeringai sedikit. “Ya, gak terlalu pingin wah gitu lah. Yang penting semuanya sadar bahwa energi itu irreversible. Gimana caranya kita memberikan informasi ke orang lain agar tidak boros energi.” Dirinya menambahkan bahwa yang pokok terpenting adalah perilaku menghemat energi dengan cara yang cerdas. “Agar sesuai dengan visi sekolah kita gitu”, tandasnya.

     Ditanya soal aksi nyata, Vira mengatakan, “Intinya aku akan melaksanaakan janjiku sebagai Pahlawan Energi.” Sebagai bukti, bahwa dua puluh pahlawan ala TRISMA itu siap beraksi! (gsw/smy)

Pengunjung Lainnya

We have 108 guests and no members online