• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

“Uh, tegang, grogi. Apalagi saat dengar teriakan dari temen-temen. Jadi lebih semangat”, tutur Ni Luh Putu Rajini Putri (15).

     Siang itu (7/8), suasana tengah panas dan sangat terik. Tetapi, semangat Rajini dan kawan-kawan tak sekalipun surut. Walaupun rasa grogi menghantui diri, raganya tetap berusaha mempersembahkan yang terbaik.

    Persiapan dilakukan sejak dua bulan silam, dengan memantapkan kemampuan simpul dan mengancing jas hujan untuk bivaknya. “Kita dapet gladi sampai 40 kali uji coba,” ungkapnya. Akhirnya, bivak kebanggaannya pun selesai tepat waktu. “Kita sih optimis menang karena hasil kita emang lebih baik daripada saat gladi, dan saingan lemah.”

     Cerita Rajini adalah sepenggal kisah yang mewarnai kemeriahan pelaksanaan Pandu Trisma Cup XXXI di SMAN 3 Denpasar. Adapun lomba yang dilaksanakan melibatkan anggota Penggalang dan Penegak se-Kwartir Cabang Bali. Lomba Bivak, Pionering (Meja Makan), Cerdas Tangkas, dan Hasta Karya diadakan untuk tingkat Penggalang. Sementara itu, tingkat Penegak diberikan ‘jatah’ beradu kemampuan pada lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB), Pionering (Menara Pandang), Cerdas Tangkas, dan Cipta Musik Barang Bekas (CMBB).

     “Sekarang lebih inovatif kriteria lombanya. Contohnya pada lomba Hasta Karya, bahan utamanya diperbanyak. Untuk CMBB juga,” papar I Kadek Candra Sugiharta, Ketua Panitia Pandu Trisma Cup XXXI. Candra mengungkapkan peserta tahun ini juga lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Dari 380 orang, meningkat menjadi 450 orang. Hasil ini dicapai lewat perjuangan panitia dalam mengundang peserta. “Surat lebih luas disebar, sampai ke semua kabupaten di Bali.”

     Sulitnya menghubungi pihak sekolah undangan dan juri menjadi salah satu kendala terberat panitia dalam mempersiapkan acara ini. Tetapi, semua terbayarkan dapat terbayarkan lewat kelancaran pelaksanaan Pandu Trisma Cup tahun ini. “Sampai saat ini sih belum ada masalah berarti,” aku Candra.

     I Gusti Ketut Lanang Jelantik, Ketua Kwartir Cabang Denpasar, yang bertindak sebagai pembina upacara saat pembukaan acara mengapresiasi pelaksanaan Pandu Trisma Cup XXXI. “Di sekolah itu harusnya nggak cuma tentang sains. Kita juga harus mengembangkan kecerdasan spiritual dan kecerdasan sosial.” Salah satunya lewat Gerakan Pramuka, yang telah ditetapkan sebagai ekstrakurikuler wajib oleh pemerintah, amanah itu dapat diwujudkan.

     Candra berpesan, “Tahun depan pelaksanaannya lebih rapi dan banyak inovasi lagi,”. Mewujudkan Pandu Trisma Cup yang lebih baik, sebagai wadah kreativitas dan ketangkasan para Pandu. (nan/smy)

Pengunjung Lainnya

We have 74 guests and no members online