• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

 Wawancara Transparan

Sebenarnya, Agak Mengecewakan!

Masa Orientasi Siswa (MOS) yang dituding mengandung perploncoan, membuat pemerintah menetapkan sistem baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Namun, namanya sistem baru, siapa yang tahu efektivitasnya? Berikut tanggapan Kadek Deby Agung Kusuma (18), OSIS XXXVII Trisma, saat diwawancarai, Sabtu (16/7).

Sebagai Mantan OSIS, bagaimana kesan pertama Anda mendengar MOS diganti menjadi MPLS?

Pertama, pasti kaget, tidak ada MOS. Diganti menjadi MPLS ini, karena sekarang guru yang jadi lebih sibuk. Di OSIS sendiri, sebenarnya MOS itu adalah kenangan tersendiri. MOS itu Proker (Program Kerja) kita. Dan juga, karena MPLS ini, OSIS itu tidak dapat membibit Panmos (Panitia MOS) kalau gak ada MOS. MPLS ini kesannya mendadak banget.

Bagaimana Anda melihat pelaksanaan MPLS sekarang?

Sama aja, caranya mengemas suasana itu. Berbeda dengan tahun lalu sebelum ada MPLS. Dulu itu sampai diancam Kepala Sekolah agar gak ada sentuhan. Dulu itu kita lebih menanamkan kerja sama ke siswa baru. Sekarang, cuma akademisnya saja. Jadi pasti efeknya berbeda. Siswa lebih dibebani pada tugas-tugas dan ketepatan waktu.

Menurut Anda apakah senioritas diperlukan?

Sebenarnya senioritas itu sedikit diperlukan. Maksudnya supaya saling menghormati. Istilahnya supaya tidak campah. Saya harap supaya itu diterapkan. Tapi disesuaikan saja dengan kondisi sekarang.

Apakah Anda setuju dengan adanya MPLS ini?

Sebenarnya sedikit kecewa, sih. Karena banyak ada tudingan miring yang dilemparkan ke SMA 3 soal MPLS ini. Misalnya soal penggunaan lapangan futsal dan bayar paket MPLS Rp. 150.000 itu. Padahal itu sebenarnya bagus karena memang keputusan itu yang sesuai untuk kita di SMA 3. Supaya kakak kelas tidak lihat proses MPLS siswa baru.

Apakah ada hal yang perlu dievaluasi dari MPLS sekarang?

Kurang komunikasi, pastinya. Karena sepertinya orang tua belum diberitahukan tentang masalah-masalah itu, sehingga timbul isu-isu miring. Intinya, tahun depan, komunikasi ke orang tua itu perlu diperhatikan.

Apa harapan Anda untuk MPLS kedepannya?

Perbanyak komunikasi. Karena, saya sendiri kecewa. Ih, kok gitu sih MPLS SMA 3? Jarang gitu ada yang kasus seperti ini. Dan kakak kelas juga harus ingat untuk melupakan dendam masa lalu. Mungkin sekarang ya memang harus gini. Terima aja. (smy) 

Pengunjung Lainnya

We have 225 guests and no members online