• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Image and video hosting by TinyPic

Hidup itu memang penuh dengan resiko baginya. Fokus pada satu titik, dan jadilah ia juara.

     Selalu fokus, konsisten, dan sabar menghadapi berbagai godaan. Prinsip itulah yang diterapkan oleh Adhika Nandatio. Siswa yang kerap disapa Jojo ini, mengaku beruntung juga dapat menjadi Juara Umum seantro siswa kelas X SMA Negeri 3 Denpasar pada tahun ajaran 2015/2016.

     Jojo mungkin merupakan siswa yang paling dikenali oleh semua guru di sekolahnya. Datang ke sekolah pagi-pagi, lalu mampir ke ruang guru. Disana ia berkonsultasi dengan para guru mengenai pelajaran. Siswa kelas X MIPA 6 Trisma ini sering dicemoh oleh teman-teman sekelasnya karena kurang bersosialisasi. Kerjaannya belajar terus. Namun, dibalik dirinya yang tertutup itu, laki-laki penggemar warna biru ini mempunyai prinsip tersendiri dalam hidupnya.

        “Dalam dunia pendidikan itu memang harus fokus. Jika benar-benar ingin berprestasi dalam bidang akademik, harus rela mengorbankan kehidupan sosial. Rela tidak ikut berorganisasi ataupun kegiatan lainnya, ” jelas Jojo yang masih merupakan keturunan Tionghoa ini ketika diwawancarai pada Sabtu (26/3). Pernah sekali waktu ia mencoba mengikuti dua kegiatan sekaligus. Dan hasilnya, tidak memuaskan. Setelah itu, ia memutuskan untuk fokus dengan satu kegiatan saja.

      Mengatur waktu sebaik mungkin, merupakan kunci yang membuat Jojo tidak pernah bosan belajar. Porsi belajar, bermain, dan menonton tv ia atur sedemikian rupa. Di sela-sela belajarnya, Jojo senang membaca koran. Untuk menambah wawasan katanya.

      Berbagai prestasi dalam bidang akademik pernah diraih Jojo. Padahal, awalnya ia cuma pemain cadangan dalam tim sains sekolah dasarnya. Ketika itu, seorang anggota inti dari tim itu sakit, dan Jojo harus menggantikannya. Ternyata, hasilnya membanggakan. Jojo berhasil meraih perunggu dalam Olimpiade Sains Nasional.

      Meskipun sering mendapat cemohan yang kurang baik dari teman-temannya, Jojo tetap konsisten untuk terus belajar. Ia tidak mau menyia-nyiakan kerja keras orang tuanya untuk menyekolahkannya.

      Kata-kata orang jangan terlalu dimasukkan ke dalam hati. Setiap orang punya kelebihannya masing-masing.”(nan)

Pengunjung Lainnya

We have 84 guests and no members online