• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

“Di sini jam saya tepat menunjukkan pukul 07.30 waktu Indonesia bagian tengah, dengan ini kegiatan MPLS resmi saya buka,” begitu kata kepala SMA Negeri 3 Denpasar, Ketut Suyastra, ditutup dengan tepuk riuh dari para peserta upacara.

      Senin, (11/07) merupakan hari pertama pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sejak pukul 06.00 satu per satu siswa baru mulai berdatangan memenuhi lapangan futsal yang bertempat di jalan Matahari Terbit Sanur. Kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan MPLS oleh kepala SMA Negeri 3 Denpasar.               

     “Konsep pengenalan lingkungan kali ini sangat berbeda dengan pengenalan lingkungan tahun lalu,” terang I Made Adi Sukariawan selaku tim kreatif. Ya, kegiatan MOS yang diadakan tahun lalu kini telah berganti menjadi masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Hal ini dikarenakan adanya peraturan baru yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri (Permendikbud) Nomor 18 tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah.

     Perubahan ini disambut positif oleh para siswa. “Seru, soalnya ada mainnya juga. Jadi punya banyak temen. Tapi, tugasnya banyak juga,” terang Ni Nyoman Mahayuni Ismantari, selaku peserta MPLS Trisma. Baginya, kegiatan ini membuat dirinya lebih disiplin, gampang bersosialisasi, dan yang paling penting, punya pengalaman yang berharga. Apa yang dirasakan Mahayuni merupakan tujuan dari model dan materi pada MPLS.

     Materi yang diberikan pada MPLS hari pertama ini adalah Peraturan Baris Berbaris (PBB), pre test, dan visi misi SMAN 3 Denpasar. “Materi yang diajarkan adalah pengetahuan umum tentang PBB, gerak statis, dan gerak dinamis. MPLS ini memang merupakan barang baru, jadi perlu penyesuaian, dan persiapan yang baik dari panitia,” jelas I Made Budi Arsana, selaku pelatih PBB dari Korem 163 Wira Satya. 

     Dengan adanya MPLS ini diharapkan siswa baru dapat mengubah pola pikir SMP nya menjadi pola pikir SMA Negeri 3 Denpasar. “Mengubah pola pikir siswa dengan menggunakan cara yang berbeda, namun dapat membentuk siswa Trisma sejati,” tutur I Gede Putu Subratha selaku ketua panitia kegiatan MPLS ini. Harapannya, agar dapat menghasilkan karakter siswa yang sama dengan MOS tahun lalu, namun tanpa intimidasi dan kata-kata keras. (kew/nan)

 

 

 

 

Pengunjung Lainnya

We have 137 guests and no members online