• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Tajuk

     Menyikapi pemberitaan mengenai penegakkan hak konsumen kini menjadi hal yang patut untuk diperbincangkan.

Layaknya seorang musuh di dalam selimut, pelanggaran terhadap hak konsumen menjadi momok yang menghantui dunia transaksi jual-beli di Indonesia. Banyaknya oknum yang dengan sengaja memandang lemah serta menyelewengkan kedudukan hak konsumen menjadi dalang dari merebaknya problematika ini.

     Menurut Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, terdapat sembilan hak yang harus didapat sebagai konsumen. Kesembilan hak tersebut harus dipenuhi oleh badan usaha sebagai bentuk pelayanan terhadap konsumen. Diantaranya hak mengenai kenyamanan, keamanan, dan keselamatan saat mengonsumsi produk; mendapat informasi detail mengenai produk; memperoleh kepastian hukum terkait pembelaaan konsumen, serta masih banyak yang lain.

    Hak konsumen seakan hanya dianggap sebagai pernik hiasan belaka di balik tingginya transaksi jual-beli di Indonesia. “Pelanggan adalah raja”, mungkin sudah tak disemai lagi di dalam benak para pedagang ‘nakal’. Para pedagang hanya dapat tertawa menikmati keuntungannya yang diperoleh melalui cara yang menyimpang. Namun akankah dirinya berpikir bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh ulahnya seorang diri?

     Semua pihak harus segera menangani problematika ini. Pelanggaran terhadap hak konsumen akan terus berlanjut selama ada peluang. Oleh karena itu, celah-celah yang memungkinkan pelanggaran terjadi harus segera dimusnahkan. Produsen harus senantiasa menjaga kepuasan konsumen di segala bidang. Sementara itu, konsumen juga perlu sadar akan haknya sebagai konsumen. Dan pemerintah perlu menggiatkan pengawasan dan penegakkan terhadap pelaksanaan hak-hak konsumen. Demi mewujudkan sebuah angin segar bagi dunia transaksi jual-beli nasional, tanpa serba-serbi penyelewenggan hak konsumen.

Pengunjung Lainnya

We have 31 guests and no members online