• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Image and video hosting by TinyPic

Dengan ucapan “Om Awighnam astu namo sidham”, acara ini dibuka. Di dalam ruangan berhiaskan karpet merah dan labirin poster, bapak I Wayan Supartha, selaku Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, menekan tombol, menghidupkan lampu inovatif, yang dialiri energi dari karbon pensil.

     Acara Olimpiade Penelitian Siswa Sains dan Humaniora (OPSSH) ke-IV SMA Negeri 3 Denpasar, pun dibuka. Sederhana namun penuh makna. Dilaksanakan selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 29-30 April 2016, ajang bergengsi di kalangan pelajar sekolah menengah pertama di Bali ini mendapat komentar yang positif dari berbagai pihak.
     “Acara ini sangat bermanfaat, karena dapat mencetak peneliti muda yang peduli dengan hal kekinian,” ujar Made Sueca, salah satu wartawan Bali Post yang meliput acara ini, antusias. Tiga puluh depalan penelitian yang lolos dalam seleksi makalah dipamerkan dalam Workshop SMA Negeri 3 Denpasar hari ini. Poster dengan berbagai corak tertempel pada partisi putih, di belakang para peneliti muda yang siap mempresentasikan hasil karyanya. Bermacam ekspresi terpampang dari wajah polos para siswa SMP itu. Takut, dan deg-degan, menunggu orang-orang mendatangi stand mereka.
      I Nengah Muliarta, salah satu dewan juri dalam ajang OPSSH IV Trisma ini menuturkan bahwa acara ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi para peneliti muda. Karena biasanya saat di bangku kuliah saja, kita dapat mengenal penelitian. “Kalau kekurangannya, pengorganisasian acara ini masih kurang. Biar peserta, pengunjung, dan juri merasa nyaman”, ucapnya di sela-sela kegiatan menjurinya. Beruntung, suasana dan settingan pameran yang ditawarkan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena penataan pameran dibagi menjadi bagian-bagian khusus.
      “Ini pertama kalinya saya ikut lomba kayak gini, jadi agak ngejer gitu. Apalagi pesertanya banyak, dan yang lain juga bagus-bagus,” tutur Adinda Saraswati Umbu Pati, salah satu peserta bidang Kompetisi Inovator Muda (KIM). Banyak inovasi baru yang ditampilkan dalam acara ini. Mulai dari penemuan antibiotik baru, alat-alat baru yang tentunya akan berguna bagi kehidupan, sampai ada yang membahas tradisi Bali yang tidak diketahui banyak orang. (nan)

Pengunjung Lainnya

We have 89 guests and no members online