• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Raut muka anak - anak itu tegang. Tatapan mereka memelas sekaligus yakin, bahwa keberanian mereka dibutuhkan untuk majunya Indonesia. 

     Madyapadma - Bukan hanya di bidang akademik, Trisma juga mengadakan lomba di bidang non - akademik. Salah satunya adalah Speech Contest yang diadakan hari Jumat (15/1) di kelas XI MIPA 6. Speech Contest diadakan dengan 25 peserta dari 10 SMP se-Bali dan memperebutkan juara 1, 2, 2 dengan piala+piagam. Speech Contest kali ini mengambil tema - tema yang bersifat kritis dan global. Ada 5 tema yaitu Declaring War Against Terrorism, Expanding Agricultular Sector Throught Deporestation, Improving The Quality Conduct By Children and Teenagers, Implementing Character Building Program in School dan Examination Oriented Learning Versus Prosses Oriented Learning.

     Salah satu peserta, Made Bagus Tutuan Andika Putra dari SMP 1 Gianyar mengatakan kesulitan melakukan Speech. Peserta dengan nomor urut 13 ini mengaku pertama kali mengikuti lomba semacam ini. "Awalnya ditawarin sama kakak kelasnya yang tidak bisa ikut karena sudah kelas 9. Sudah negative thinking duluan, karena yakin tidak menang jadi tidak deg - degan." Cowok yang akrab disapa Andika ini menyesal karena kurangnya persiapan. "Tidak sesuai harapan, bahkan sempat ngeblank di pertengahan speech hingga akhirnya saya putuskan untuk langsung tutup saja. Saya juga tidak bisa menjawab pertanyaan dari juri." Persiapan yang dilakukan olehnya selama 3 hari 2 malam dengan tema Declaring War Againts Terrorism. "Inspirasinya itu dari kejadian bom di Paris, dan timingnya tepat sama kejadian bom baru - baru ini di Jakarta. Saya sampai ketiduran saat mencari bahan speech, hehehe.."

     Berbeda dengan Andika, Marioka Marina mengaku tetap PD mengikuti Speech Contest Trisma. " Syukurlah tadi lomba lancar, bisa menjawab semua pertanyaan juri." Siswi asal SMP 6 Denpasar ini mengambil tema Implementing Character Building Program in School karena terinspirasi dari menyimpangnya karakter murid - murid sekarang dan kebanyakan mengikuti genk tidak jelas. "Persiapannya aku selama 1 minggu, 2 hari untuk menyiapkan bahan. Orangtuaku yakin aku bisa, makanya go on di lomba ini." Peserta dengan nomor urut 2 ini mengaku ada banyak kendala yang dialaminya. Mulai dari hampir terlambat menuju tempat lomba hingga sakit sehingga takut mengecewakan pembinanya.

     Drs. Made Badrawan, M.HUM sebagai juri dan guru Bhs. Inggris di Trisma mengatakan kalau penampilan dari seluruh peserta sudah bagus. "Mungkin kekurangannya saat sesi menjawab pertanyaan ya, karena menjawabnya spontanitas jadi ada beberapa peserta yang ngeblank." Dari Speech Contest ini, guru yang akrab disapa Mr. Bad melihat manfaat lomba ini untuk pesertanya. "Murid mampu mendalami apa, mengapa dan bagaimana peristiwa dari masing - masing tema terjadi, serta dapat membeli solusinya." Mr. Bad juga memberi pendapatnya mengenai pentingnya Speech di kehidupan sehari - hari. "Kita kan sudah memasuk MEA, otomatis akan banyak warga asing yang menetap dan bekerja di Indonesia. Nah, dalam berkomunikasi juga pasti banyak memakai bahasa inggris sebagai bahasa universal. Speech ini menjadi salah satu penyalur kemampuan murid dalam public speaking agar Indonesia tak kalah maju dalam berkomunikasi.(Tim MP)

Pengunjung Lainnya

We have 21 guests and no members online