• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Untuk sejenak, hujan memang menghentikan pemanasan kedua tim. Tapi tidak memadamkan semangat tanding yang berkobar karena saat hujan turun deras, pertandingan tetap berlangsung. 

 

     Menjelang HUT ke-39 SMAN 3 Denpasar, pertandingan Gaesma menjadi salah satu pengisi acara. Pada Selasa (22/12/), bertempat di Lapangan Masyonet, Kawasan Bali Beach Hotel berlangsung riuh walaupun diiringi oleh hujan deras.  Sesaat sebelum pertandingan mulai, kedua tim sempat melakukan pemanasan singkat selama 15 menit. Strategi yang sudah mereka susun sebelumnya. “ Kita sudah berlatih dari sebulan yang lalu, seperti mempertajam latihan dasar.” ujar I Putu Miko Jaya Dinata sebagai kapten tim 1. Siswa kelas XII MIPA 4 ini juga mengatakan bahwa kunci untuk menyatukan tim 1 yang terdiri dari 3 angkatan kelas adalah dengan komunikasi. Strategi yang diadopsi oleh tim 1 lebih berfokus ke bidang pertahanan. “Kita pakai formasi 4-3-2-1. Kita cenderung bertahan.” Jelas Miko. Strategi mereka dimaksudkan agar semua pemain dapat bermain secara merata. “Biar semuanya dapat kebagian bola.” Tambahnya. Walaupun unggul dengan persiapan dan antisipasi yang matang, tentu saja kelemahan itu ada. “Kelemahannya itu lebih terasa ke stamina pemain, juga pada kurangnya teknik dasar," akunya jujur.

     Quater pertama diisi oleh pertandingan antara Tim 1 dan Tim 2. Baru memasuki menit ke-5, Tim 1 mulai menekan lawan dan berhasil mencetak gol pertama berkat ketangkasan pemain nomor punggung 81. Terpacu oleh keunggulan lawan, pemain Tim 2 yang bernomor punggung berhasil mengimbangi skor 1-1. Jeda pergantian babak dimanfaatkanTim 1 untuk mengganti pemain nomor punggung 12 dengan pemain nomor punggung 16. Tercatat Tim 1 melakukan dua kali pergantian pemain. Pada akhirnya, kemenangan mutlak diraih Tim 1 atas Tim 2 dengan skor 4-1.

     Quater kedua, giliran Tim 6 yang menjawab tantangan dari Tim 3. Namun sayang, Tim 6 gagal mempertahankan kedudukan skor kacamata. Melalui tendangan pemain bernomor punggung 10, Tim 3 memimpin sementara dengan skor 1-0. Tim 6 dengan posisi bertahan mencoba sekuat tenaga untuk tidak semakin tertinggal. Sementara Tim 3 terus mencoba dengan keras untuk mencetak angka. Usaha Tim 3 terlihat dari kondisi dua pemainnya, nomor punggung 23 dan 10 yang cidera. Rasa sakit mereka tidak sia - sia karena pada akhirnya Tim 3 Memimpin skor menjadi 3- 0. 

     Tidak hanya pemain, rupanya penonton juga sangat antusias dalam mendukung tim jagoannya. “Seru, lancar, dan melatih kekeluargaan antara siswa Trisma,” ucap I Dewa Ayu Widyasaniswari penuh semangat. Siswi kelas X MIPA 4 ini mengaku bahwa awalnya dia tidak tahu apa itu Gaesma. “Setelah datang kemarin baru tahu kalau Gaesma itu pertandingan sepak bola.  Semoga Gaesma ada setiap tahun,” akunya kalem. Dari antusiasme warga sekolah, terbukti bahwa kerja keras panitia sudah terbayar. “Sejak dipilih jadi panitia sudah siap. Paling susah itu saat nyiapin perlengkapan. Kalau tempat kan sudah dikoordinasi oleh guru, sedangkan perlengkapan itu tugas panitia,” ujar Panitia Gaesma, I Dewa Gede Agung Putra Narayana. Dia juga berkata bahwa dalam menyiapkan acara ini diperlukan mental yang siap. “Awalnya takut bikin kesalahan, tapi dilihat dari hari pertama, sudah keliatan acara ini lancar. Semoga tetap lancar sampai hari terakhir,” tambah Narayana.(Tim MP)

Pengunjung Lainnya

We have 143 guests and no members online