• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

 

Mereka datang pertama kalinya di Trisma. Santai, kasual, tapi membawa ilmu serta jalan untuk menuju luar Indonesia.

    


     Madyapadma - Tamu yang datang ke Trisma bukan hanya mencari tahu, tapi juga memberi jawaban. Pada hari Senin (14/12) tim dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) berkunjung ke Trisma untuk memberi ceramah ke 50 orang murid. Mereka adalah Yutainten dari Biro Kerja Sama, Hukum dan Hubungan Kerja Sama LIPI dan Dr. Tutik Murniasih sebagai Kepala Laboratorium Produk Alam Laut LIPI. Sebelum acara dimulai, I Made Subrata sebagai Wakil Kepala Sekolah memberi sedikit sambutan dan memperkenalkan SMA 3 Denpasar. "Di sekolah ini, kami bersama berusaha menciptakan icon Trisma sebagai sekolah berbasis riset," katanya.

     Acara berlanjut ke sesi ceramah oleh Yutainten atau yang akrab disapa Yuta dengan materi memperkenalkan LIPI sebagai wadah penelitian anak Indonesia. Di LIPI, kesempatan untuk bersaing sekaligus jalan - jalan ke luar negeri terbuka sangat lebar. Yuta menceritakan bagaimana keseruan Rani dan Oming, kedua alumni Trisma yang penelitiannya lolos bersaing di Amerika. Disana mereka tidak berasa seperti bersaing, tapi lebih berasa seperti bersenang - senang. Namun, ketika nama Indonesia dipanggil sebagai salah satu pemenang, rasa bangga membuncah dan menjadi haru. Usai bercerita, Dr. Tutik Murniasih atau yang akrab disapa Tutik sebagai salah satu pembina di LIPI  memberi kiat - kiat ampuh untuk menjadi peneliti yang handal.

     LIPI sebagai salah satu lembaga ilmu pengetahuan besar di Indonesia tentu memiliki alasan khusus memilih SMA 3 Denpasar untuk diberikan ceramah. "Pada Mei 2015, Rani dan Oming dari SMA 3 Denpasar berhasil berangkat ke Amerika untuk bersaing dengan 170 negara di dunia. Tahun ini, Intan dan Cok Ami sedang berjuang untuk berangkat ke Arizona, Amerika Serikat untuk Mei 2016 mendatang." Yuta juga mengaku terkejut dengan antusiasme murid - murid dalam bertanya ketika sesi tanya jawab dimulai. "Awalnya kita hanya menyiapkan 5 goodie bag karena kita mengira pertanyaan akan sedikit. Tapi ternyata pertanyaan yang kami terima banyak dan beragam, sehingga akhirnya kami tidak keluarkan goodie bagnya."

     Setelah kunjungan ini, Yuta berharap bibit - bibit peneliti tumbuh di SMA 3 Denpasar. "Semoga mereka terinspirasi dengan dua perjuangan teman mereka bersaing hingga ke luar negeri." (ima)

Pengunjung Lainnya

We have 82 guests and no members online