• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

     Jam istirahat telah tiba. Beberapa siswa sedang sibuk menyaksikan tayangan televisi luar negeri di laptop sambil tertawa lepas. Ada juga siswi yang sedari tadi sibuk membicarakan tayangan yang sedang menjamur pada siaran televisi Indonesia. Kira-kira mana yang lebih menarik ya?

      Televisi. Ya, benda yang satu ini memang sejak dulu menjadi sarana hiburan yang praktis bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, kini televisi dapat ditemukan dimana-mana, mulai dari rumah, puskesmas, hingga terminal pun ada. Cara penggunaannya pun mudah, tinggal klik tombol on, lalu pilih channel yang diinginkan, televisi siap dinikmati sepuasnya.

     Seiring dengan bertambahnya konsumen televisi, tayangan televisi kini berkembang pesat. Dewasa ini, tayangan luar negeri mulai merambah ke Indonesia. Hal ini mengakibatkan masyarakat mulai melirik tayangan-tayangan yang disuguhkan negara lain tersebut. Salah satunya yaitu Yogie Ayu Nirmala. Siswi penyuka warna biru ini mengatakan bahwa tayangan luar negeri lebih berbobot dari segi isi maupun teknik pengambilan gambar. “Menurutku kualitas channel luar negeri lebih mendidik dan bagus kualitas gambarnya, nggak ngebosenin juga. Kalau siaran di Indonesia, jeleknya tuh ada sinetron yang banyak episodenya sama kurang mendidik juga untuk anak-anak”, cerita gadis berzodiak Taurus.

     Berbeda dengan Yogie, Prema Shantika Putri mengaku lebih menyukai tayangan dalam negeri, “Saya sukanya nonton ANTV, karena banyak film-film yang menceritakan tentang  kerajaan-kerajaanHindu”, aku perempuan hobi membaca itu. “Sayangnya, film-film yang saya sukai itu adalah produksi India, jadi nggak murni karya dalam negeri”, keluh dara kelahiran Denpasar ini.

     “Walaupun masih ada kekurangannya, sekarang tayangan di Indonesia sudah lebih bermoral. Contohnya acara dangdut di ANTV, kan itu tayangan yang menghiburbagi penggemarnya juga melestarikan budaya, nggak seperti acara komedi yang waktu ini dihapus karena menghibur dengan cara melecehkan”, tutur Hendra Pradiptha. Pemimpin Desk Audiovisual itu berharap semoga pertelevisian di Indonesia semakin berkembang, makin layak ditonton oleh semua orang, dan menjadi media informasi yang bermanfaat. (gd)

Pengunjung Lainnya

We have 121 guests and no members online