• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Resensi

Genre         : Adventure, Drama, Thriller

Durasi Film  : 150 menit

Sutradara    : Baltasar Kormákur

Penulis        : Simon Beaufoy, Lem Dobbs

Pemain        : Jason Clarke (Rob Hall), John Hawkes (Doug  Hansen), Robin  Wright (Peach)

 

Pernahkah membayangkan perjalanan mendaki puncak gunung yang paling tinggi di dunia yaitu Everest? Ya, dengan ketinggian 8000 meter lebih di atas permukaan laut, tentu saja pengalamannya akan mengasyikkan. Tapi tahukah kamu bahwa pernah ada musibah pendakian yang memakan korban jiwa di Everest? Di tahun 1996, ternyata ada sekelompok orang nekat yang berusaha menaklukkannya, dan kita akan dibawa melihat apa yang dialami oleh para pendaki itu secara langsung dari kaca mata pemeran utama Rob Hall yang diperankan oleh Jason Clarke. Film yang berjudul sama dengan nama gunung tersebut ini dibuat oleh sutradara asal Islandia Baltasar Kormakur dan menyajikan setting Everest yang realistis namun juga mencekam.


Adventure Consultants adalah tim ekspedisi yang bersedia membawa para tamunya menjelajah berbagai eksotis, dan tentu saja salah satunya adalah mendaki gunung Everest. Tim yang dipimpin oleh Rob Hall ini beranggotakan tiga orang lainnya yang sudah berpengalaman mendaki Everest, dan mereka membawa 8 orang tamu dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda. Selain tim Adventure Consultants, ada tim lain yang juga memulai ekspedisi hampir bersamaan, yaitu Mountain Madness yang dipimpin oleh Scott Fischer (Jake Gylenhall).


Tentu saja dalam mendaki gunung, selain persiapan peralatan serta mental yang matang, diperlukan perencanaan logistik, antara lain jarak tempuh, waktu yang diperlukan, perencanaan kapan berhenti istirahat, dan lain sebagainya. Karena grup Rob Hall sudah merasa cukup berpengalaman dan langit terlihat cerah, mereka mematok bahwa di tanggal 10 Mei jam 2 siang, tim ekspedisi akan mencapai puncak, dan mereka berencana untuk kembali ke perkemahan dua jam setelahnya. Namun apa daya, alam berkata lain.


Satu persatu pendaki tidak mampu melanjutkan perjalanan. Awalnya ada Beck Weathers yang pengelihatannya lama kelamaan makin parah karena kebutaan salju (snowblind), dan tidak mampu melanjutkan perjalanan, kemudian ada Doug yang tertinggal jauh karena ketidakmampuannya melewati jalur tanjakan yang berat, sampai akhirnya ia mengorbankan dirinya daripada memperlambat laju anggota tim yang lain. Ketika badai salju tiba-tiba datang, keadaan jadi semakin kacau. Temperatur drop sampai titik di bawah nol! Udara serta oksigen pun semakin menipis karena datarannya semakin tinggi. Pilihannya adalah diam dan mati kedinginan atau maju dan mencapai puncak gunung.


Pendakian yang awalnya terlihat optimis, akhirnya memakan satu persatu korban, dan melalui film ini, siap-siap untuk merasakan keputusasaan yang luar biasa, juga bayangkan bagaimana kalau kita berada di kondisi dingin yang ekstrim itu, ditambah badai salju serta jalur pendakian yang brutal. Tubuh manusia di ketinggian itu harus bertahan dari temperatur rendah, kekurangan oksigen dan kelelahan yang luar biasa. Dan mencapai puncak Everest itu hanya setengah dari perjalanan. Bisakah mereka turun dengan selamat setelah naik ke sana?


Bagi kamu yang menyukai olahraga ekstrim atau wisata outdoor, film ini wajib ditonton karena melalui aksi serta visualnya mampu menyajikan nuansa Everest secara otentik tanpa harus berada di sana dan mengalami bahaya tersebut sendiri. Penasaran?  (tya)

 

Pengunjung Lainnya

We have 155 guests and no members online