• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

     Pepatah bersakit – sakit dahulu, bersenang – senang  kemudian memang benar adanya. Hal ini dibuktikan oleh salah satu gadis berkacamata yang beberapa waktu lalu, berhasil memenangkan lomba penelitian nasional dan meraih emas.

     Beberapa waktu lalu, Cok Laksmi Pradna Paramita atau biasanya dipanggil Cok Ami dengan penuh rasa ingin tahunya meneliti sebuah kearifan lokal khas Bali. Bersama temannya, Intan Apsari, mereka berhasil mendapatkan Juara pertama dalam lomba penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan di Indonesia bidang ilmu pengetahuan kebumian dan maritime dengan judul penelitian Evaluasi pemanfaatan fitoplankton Melosira sp, nitzschia sp dan Navicula sp di perairan Bali dan Lombok sebagai sumber antibiotika

      Semuanya berawal dari sebuah kebiasaan nelayan Serangan yang memakai rebusan air alga hijau sebagai obat gatal – gatal. “Saya dengar kebiasaan mereka itu dari wawancara rekan saya, Intan dan seorang teman bernama Desni mengenai kearifan lokal di Pulau Serangam. Kita coba teliti dengan menguji fitoplankton dengan bakteri sehingga bisa menjadi antibiotik.”

     Cewek kelas XI MIPA1 ini menceritakan beberapa tahap dalam penelitiannya. Mulai dari tahap pertama yaitu melakukan survey langsung dengan mewawancarai penduduk sekitar pantai di Serangan, kemudian mengidentifikasi jenis fitoplankton, hingga mencoba memperbanyak jumlahnya dan menguji dengan bakteri hingga bisa menjadi antibiotik.

     Selama tiga bulan proses, Cok Ami menemukan berbagai kesulitan yang harus dihadapi. “Aku sama Intan tidak bisa menemukan jenis fitoplankton yang ada di rencana awal, jadinya harus diganti. Terus orangtua juga sering khawatir aku pulang malam.”  Akhirnya, Cok Ami meyakinkan orangtuanya dengan memberitahu bahwa kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali. “Ini juga aku alami saat mencari informasi ke salah satu universitas. Jadi dosennya itu justru bilang kalau penelitian ini sulit diwujudkan dan tidak selesai tepat waktu. Kan aku jadi down gitu,” katanya. Tapi gadis berkacama ini justru semakin mengukuhkan keyakinannya dan tatapan rendah dosen tersebut menjadi motivasi untuknya sendiri.

     Saat ini, Cok Ami sedang melanjutkan penelitiannya mengenai fitoplankton tersebut bersama Intan. Dengan bimbingan dari pembina Madyapadma dan mentor dari Jakarta ditambah dukungan penuh dari orangtuanya, ia berharap penelitian tersebut berhasil hingga go internasional serta menjadi inspirasi bagi teman – temannya.  (ckt)

Pengunjung Lainnya

We have 49 guests and no members online