• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

Segerombolan muda mudi seketika memenuhi ruang Prajna Paramita saat jam pulang sekolah tiba. Mereka sibuk mencari-cari literatur yang tepat untuk dijadikan referensi.Ada apakah?

 

     Kini sudah menginjak bulan ke sembilan. Saatnya para siswa-siswi kelas dua belas mulai menyiapkan sebuah karya tulis untuk nantinya disetorkan ketika masa belajar akan berakhir. Salah satu siswi kelas dua belas, Rima Ayu Padini mengatakan bahwa kebijakan ini sangat bagus karena disana lah saat mereka untuk belajar membuat karya tulis sendiri, sehingga nanti sewaktu kuliahtidak akan kewalahan. “Ditambah tahun ini pada akhir pengumpulan karya tulis,kami kelasdua belas akan diajak untuk mempresentasikan apa yang kami teliti”, imbuh perempuan berzodiak Taurus itu.

      Maha Aditya mengungkapkan hal senada, “Kebijakan mewajibkan kelas dua belas untuk mengumpulkan karya tulis itu bagus agar kreativitas dalam berinovasi meningkat”, ujar kabaret Makramat 2015 ini. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat menambah wawasan serta mengisi waktu senggang untuk hal yang berguna. “Jujur, kalau aku sih belum sempat mulai buat karya tulis, tapi astungkara bisa terwujud dalam waktu dekat ini”, akunya dengan nada tersipu. 

     Berbeda dengan Rima dan Adit, Ayu Laksmi Agustini, tidak setuju dengan adanya kebijakan yang mewajibkan siswa untuk membuat sebuah karya tulis, “Saya pribadi sih nggak setuju sama kebijakan itu, karena akan menyulitkan siswa, bakalan susah juga ngatur waktu, soalnya saya pernah dulu ngerasain gimana susahnya buat penelitian, apalagi yang baru memulai”, keluh siswi penyuka warna merah. “Tapi, mudah-mudahan program sekolah ini dapat berjalan lancar, sesuai keinginan sekolah, apalagi nyawa ijazah kita ditentukan dengan ini”, tutur gadis hobi bermain musik sembari makan cemilan. (gd)

Pengunjung Lainnya

We have 107 guests and no members online