• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Sastra

Saat dunia ditelan malam

Saat manusia damai dalam kantuk

Aku masih di sini, dengan ingatan yang sama

Dan masih berpikir

Mengapa aku rela berlumur dosa

Mengabaikan petuah bundaku

Hanya untuk seorang pembual

Yang dibalut dengan sampul manis

 

Dulu kau berjanji

Akan menjadi sekuat batu karang

Rela membelah hempasan ombak

Kala fajar menyinari

Atau saat rembulan menampakan diri

Kau akan setia menungguku

 

Tapi apa daya

Kau hanya seonggok pasir

Yang dengan mudahnya tersapu

Oleh ombak hawa nafsu

 

Selama sewarsa

Kau sudah mengajariku banyak hal

Tentang mencintai, dan dicintai

Kau membuatku mengerti

Artinya memiliki, dan dikhianati

 

Canda haru kita lewati

Kau selalu mengerti  bagaimana cara

Membuatku, merasa diinginkan

Bahagia, itu yang kurasakan

Takkan ada saat indah, tanpamu di sisiku

 

Dan kini, suka menjadi duka

Kita dipisahkan oleh ego

Layaknya mata pisau

Dengan tajam membelah dua sisi

 

Ini bukanlah suratan perang

Hanya kata curahan hati

Yang tak bisa kuluapkan di hadapanmu

Layaknya abu

Yang tak bisa menyampaikan pesan

Seperti saat ia menjadi kertas (lts)

Pengunjung Lainnya

We have 129 guests and no members online