• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Berawal dari karya tulis, perjalanannya saat ini mencapai puncaknya. Puncak dari  segala keringat, senyum serta abdinya untuk satu. Abdinya untuk Indonesia, dengan gaya meremaja.

      Diantara sekian banyak ekstrakulikuler di SMA 3 Denpasar, I Made Yana Priyatna  memilih untuk bergabung dalam Madyapadma. Pilihan tersebut tentu disertai  dengan alasan, yaitu karena ingin melanjutkan bakat yang ia miliki di bidang karya  tulis yang ditekuni di bidang SMP. “Saya dulu pernah menjuarai Lomba Penelitian  Ilmiah Remaja tingkat nasional, dan mendapatkan emas.” Sayangnya, selama SMA  Yana belum pernah menjuarai lomba penelitian. Namun, hal itu tidak membuat Yana  berkecil hati. Justru kekalahan tersebut membuat dia semangat untuk mencoba.  “Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu seberapa jauh kemampuan kita.”  Selain karya tulis, Yana juga ingin mencoba membuat film.

     Setahun terakhir bersama Madyapadma membuat Yana mendapatkan banyak pengalaman. Salah satunya, ia terpilih menjadi wakil ketua Presslist 6 dengan tugas menggantikan ketua saat berhalangan. Namun, ada kesulitan yang dihadapi Yana selama menjabat sebagai wakil ketua, yaitu mengkordinasi anggota Madyapadma angkatannya sendiri. Mengenai pengalaman buruknya, Yana bercerita ketika dia sedang membuat kording (koran dinding) mingguan. “Buat kording sampai malam, hujan-hujanan tapi tetap seru aja gitu sama teman-teman.” ujarnya. Selain itu, Yana juga mengalami kesulitan saat menjalani seleksi pengurus. Dari semua tahap, Yana mengaku lebih sulit untuk memulai tahap awal. “Lebih sulit sih untuk memulai daripada melanjutkan, apalagi tiba – tiba saja tugasnya banyak.”  Meskipun cukup sulit, ia tetap menjalani semua tahap seleksi dengan pikiran kebersamaan dengan anggota Madyapadma lainnya.

     Banyak rencana yang sudah Yana buat untuk menjalankan program kerja Madyapadma tahun ini. “Banyak sekali yang baru di Madyapadma kali ini. Salah satunya, divisi redaksi akan membuat lomba Essay di Presslist nanti. Kita juga usahakan kegiatan Ekspedisi dilaksanakan, karena 2 tahun ini terakhir tidak ada lagi.” Menurut Yana, dengan Ekspedisi semua anggota Madyapadma dapat belajar menerapkan secara langsung ilmu-ilmu jurnalistik yang sudah mereka dapatkan. 

     “Saya berfikir bahwa Madyapadma adalah Indonesia yang sebenarnya.” kata Yana dengan yakin. Kenapa? “Rasakan saja sendiri.” jawabnya dengan nada misterius. (ckt)

Pengunjung Lainnya

We have 60 guests and no members online