• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Launching dan bedah buku karya Madyapadma dilakukan di ruang pertemuan atas SMAN 3 Denpasar. Mengulas, mengkritisi, dan tanya jawab mengenai buku Madyapadma dilakuakan selama acara.

 

      Madyapadma kembali meluncurkan buku terbitan terbaru, sebanyak empat buku telah resmi diluncurkan dan ditanda-tangani langsung oleh Bapak Walikota Denpasar, Bapak I.B Dharmawijaya Mantra pada saat opening Presslist 6 pagi hari tadi. Buku baru tersebut adalah novel berjudul “Pulang” karya Pimpinan Umum Madyapadma, Ni Made Fina Pradnyani Pratiwi, yang kedua ada buku berjudul “Siaran TV: Rating Tinggi Penuh Kontroversi” oleh rekan Madyapadma, ketiga buku “Pers, Remaja, Demokrasi” oleh tim Madyapadma, yang terakhir buku berjudul “Tugas Utama Sang Presiden”. Buku Tugas Utama Sang Presiden, mendapatkan antusias dan komentar yang baik dari Bapak Walikota, “Saya sangat tertarik dengan buku ini, anak SMA bisa berfikir seperti ini kemudian menuangkannya ke dalam tulisan, itu sangat luar biasa”, ujar Bapak I.B Rai Mantra.

       Buku yang akan menjadi topik bedah buku untuk kali ini adalah buku berjudul “Pers, Remaja, Demokrasi” yang akan dijadikan topik bedah buku kali ini. Acara ini dihadiri oleh I Nengah Muliarta, S.Si selaku salah satu penyiar KPID Bali, Komite SMAN 3 Denpasar, Pembina Jurnalistik Madyapadma, undangan, penulis, dan kalangan umum. 

     Dalam apresiasinya terhadap buku “Pers, Remaja, Demokrasi”, I Nengah Muliarta, S.Si mengkritisi, “Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan rekan-rekan Madyapadma, seperti peluncuran empat buku ini. Dari yang saya baca, buku ini menceritakan perjalanan Pers di sekolah, ini sangat menarik. Kita bisa lihat sekarang media yang sekarang adapun tidak memenuhi syarat-syarat sebagai pers lagi. Tulisan-tulisannya mulai tidak jelas dan kurang dari syarat sebuah berita”, ungkapnya. “Hanya saja ada beberapa kekurangan, yakni kasus pers sekolah perlu disebutkan seperti apa, lalu perlu tambahan aspirasi dari penulis. Ada satu judul yang saya abaca, yaitu ‘Aspirasi Pers Pelajar, Berhak Didengar’ yang seharusnya kata berhak diganti layak, karena berhak terlalu bersifat memaksa”, tambahnya memberikan beberapa kritikan.

       Acara ini diisi dengan kegiatan diskusi dan penyampaian saran mengenai buku baru Madyapadma. “Untuk kedepannya saya ingin memberikan saran, agar buku yang diterbitkan temanya lebih dekat dengan anak SMP dan dibuat sederhana seperti sebuah pengalaman yang Madyapadma selama berada di jurnalistik, dengan demikian bisa menjadi pengajaran bagi banyak orang”, saran I Gede Ari Martana, selaku Pembina Jurnalistik SMP Saraswati 1 Denpasar. (pia)

 

Pengunjung Lainnya

We have 88 guests and no members online