• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Khusus

Hingga sore hari, Presslist 6 masih memiliki satu acara yang banyak ditunggu-tunggu. Segerombol orang merapat memasukki ruang pertemuan atas SMAN 3 Denpasar. Semua tidak sabar menyaksiskan penayangan film BISMA (Bioskop Trisma). Banyak karya film dan pakar film berada didalamnya.

 

     Pukul 16.00 Presslist 6 melangsungkan Bioskop Trisma (BISMA). BISMA kali ini menanyangkan film-film yang masuk dalam nominasi YSA (Youth Sineas Award) tahun ini, baik film dokumenter maupun fiksi (cerita). Selain penayangan film juga dilakukan diskusi dengan pakar film, yakni Agung Kusuma Yudha dan Erick EST. BISMA kali ini dihadiri oleh perwakilan Pers Akademika, SMPN 3 Denpasar, SMKN 1 Kebumen, SMAN 3 Denpasar, SMPN 9 Denpasar, Alumni Madyapadma angkatan 34, SMAN 6 Denpasar, dan undangan lainnya.

     Sebagai pembukaan ditayangkan sebuah video clip dari lagu berjudul “Sunset di Tanah Anarki” oleh SID, yang disutradarai oleh Erick EST. Setelah itu juga ditayangkan video clip dari sutradara yang sama “Busur Hujan” oleh Navicula. Seusai pemutaran video clip, Erick EST dan Agung Yudha berbagi pengalamannya saat terjun ke dunia perfilman hingga bisa sukses seperti sekarang. Sebelum menayangkan film-film dari finalis YSA, ditayangkan sebuah film besutan sutradara Agung Yudha, berjudul “Tok…tok…tok”.

     Pemutaran film finalis YSA diawali dari kategori film dokumenter, begitu usai tayangan film nominasi YSA kategori dokumenter akan dilakukan voting dokumenter terfavorit. Terdapat tujuh finalis film dokumenter, diantaranya “Besok Syuting, Hari ini Kakek Meninggal” oleh sutradara Maria Rosiana Sadjahteta, “Caci Dari Tanah Congkasae”, “Empu Pungkasan” oleh ISI Yogyakarta, “Jenitri” oleh SMKN 1 Kebumen, “Korban Bendung Manganti” oleh SMK Muhammadiyah Majenang, “Sebagai Perantara”, “Transisi: Permainan Tradisional di Ambang Batas” oleh SMKN 10 Bandung.

      Kedua dilakukan pemutaran film fiksi finalis YSA, terdapat lima buah film, yaitu film berjudul “Coblosan” oleh SMK Kutasari Purbalingga, “IBSEL” oleh Universitas PGRI Semarang, “Ketika Umur Saya 40 Sekian” yang berbau komedi, “KIMI” yang penuh akan horror, dan yang terakhir film yang cukup lucu berjudul “Nahan” oleh SMK Bhakti Anindya. Sama halnya dengan film dokumenter pada film fiksi juga dilakukan voting untuk film fiksi terfavorit. Menurut tanggapan Krisna Adijaya, “BISMA kali ini sangat lama karena film-film yang masuk nominasi cukup banyak, berbeda dari tahun sebelumnya. Tapi apresiasi dari penonton juga tinggi khususnya untuk film fiksi”, ungkap Koordinator panitia lomba YSA ini.(pia)

 

Pengunjung Lainnya

We have 187 guests and no members online