• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

 

Perjuangan selalu menghasilkan buah yang manis. Baik penghargaan ataupun pengalamannya. Perjuangan selalu berhasil memuaskan, baik yang diharapkan maupun tak diduga-duga.

        SMAN 3 Denpasar kembali membuktikan diri di kancah nasional. Piala dan mendali emas bertambah seiring berjalannya waktu. Kali ini, emas disumbangkan oleh dua gadis angkatan 36 Trisma, yaitu  Ni Nyoman Oktaria Asmarani dan Ni Nyoman Shinta Prasista Sari. Melalui penelitian bertajuk ‘Menyusupnya Pola Pikir dan Tindakan Premanisme dalam Sistem Adat di Bali (Studi Kasus Reaksi Beberapa Desa Adat dan Banjar Adat di Denpasar dalam Membendung Aksi Kelompok-Kelompok Preman di Wilayahnya)’, mereka memenangkan peringkat 1 LKIR LIPI yang diadakan pada tahun 2014 lalu. Penelitian ini bukan hanya berhenti di ajang nasional. Mereka juga akan pergi ke Amerika untuk berjuang di Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) melawan perwakilan dari berbagai negara dunia.

        “Penelitian ini membahas tentang reaksi desa adat dan banjar adat di Bali khususnya Denpasar dalam menanggapi maraknya aksi-aksi premanisme dari ormas (organisasi masyarakat).” ungkap Ni Nyoman Oktaria Asmarani atau yang akrab disapa Rani. “Awalnya ini terinspirasi saat nemenin temen-temen Madyapadma main futsal, terus liat pecalang yang datang dan minta uang ke kasir.” Mantan pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park periode 2013/2014 ini menceritakan bagaimana beratnya perjuangan untuk menyelesaikan penelitian tersebut.

        “Kita ada ngobrol bareng Kak Ananta Wijaya selaku Pembina kami untuk membahas apa yang kami tahu tentang desa adat, ormas atau kelian banjar setiap 2 hari sekali. Aku sampai beli banyak buku mengenai Bali supaya nanti saat presentasi  bisa lancar.” ceritanya. “Banyak banget persiapannya menjelang berangkat ke Jakarta untuk presentasi. Yang paling kaget itu saat Kak Ananta tiba-tiba ngasitau kalau sore besok harus ke Jakarta untuk presentasi seleksi ke Amerika, padahal belum siap apa-apa dan mesti merepotkan banyak pihak. Syukurlah bisa lolos dan tanggal 9 Mei berangkat ke Amerika” lanjutnya.

        Walaupun bangga, Rani merasa keberangkatannya ke Amerika bukannya hal yang spesial. “Lebih merasa bahwa ini bayaran dari hasil kerja keras kami selama beberapa bulan terakhir.” katanya. Wakasek Kesiswaan Made Mertana menyatakan sekolah siap mendukung keberangkatan Rani dan Shinta menuju Amerika. “Pihak sekolah merasa sangat bangga dan berdoa semoga mereka berdua bisa mengharumkan nama bangsa, khususnya SMAN3 Denpasar.” Made Mertana juga berharap kesuksesan Rani dan Shinta bisa dijadikan motivasi serta semangat bagi siswa Trisma lainnya. (ima)

Pengunjung Lainnya

We have 98 guests and no members online