• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Siang malam mengipasi sate di atas arang merah. Kepulan asapnya tak menyurutkan semangatnya mencari penghidupan. Tekad ingin berdiri dengan kaki sendiri menghantarkan I Komang Sugiarta menjadi pengusaha sukses. 

        Dalam perjalanan hidup banyak menemui berbagai rintangan. Itulah yang dialami I Komang Sugiarta. Pria bertubuh jangkung ini memiliki usaha ‘Pondok Sate’ yang bergerak dalam dunia kuliner dan namanya  sedang naik daun. Sebelum mencapai puncak kesuksesan seperti sekarang, pria berusia 35 tahun itu awalnya seorang supir angkot yang banting stir menjadi pengusaha sukses.

“Awalnya saya seorang supir angkot, akan tetapi karena tekad ingin berdiri dengan kaki sendiri dan tidak ingin mengandalkan penghasilan dari menyopir angkot yang sangat sedikit,” kenang pria kelahiran Denpasar, 21 Mei 1979 ini. Karena hal itu, ia pun memutuskan untuk menjual angkotnya sebagai modal membuka sebuah pondok sate.

        Pria penyuka masakan Bali itu pernah mengalami pasang dan surut dalam berwirausaha. Ketika awal usahanya berdiri pada tahun 2010, pondok sate masih sepi pengunjung karena ia belum memiliki ketrampilan dan masih belajar menciptakan cita rasa yang cocok di lidah masyarakat Bali. “Pernah sampai keluarga saya tidak  makan dalam sehari karena sepi pengunjung. Namun, seiring berjalannya waktu, pondok sate itu semakin ramai pembeli dan membuka cabang diberbagai daerah.” cerita pria dibawah naungan zodiak gemini itu.

         Meski sudah mencapai sukses, ayah dari dua orang anak ini mengaku lebih senang berwirausaha mandiri. Meski begitu, ia tetap menjunjung pakem-pakem adatnya. “Menjadi sekarang ini karena saya ingin berdiri dengan kaki sendiri, namun terlepas dari itu semua, saya tidak ingin mengesampingkan adat karena alasan pekerjaan,” ungkapnya. (des/svt)

Pengunjung Lainnya

We have 63 guests and no members online