• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Pak Gede nama panggilannya. Pekerjaan lapangan adalah kesehariannya. Ia gemar mencoba hal baru, meski hobinya itu tak selalu membuahkan hal manis.

        Saat lulus dari bangku sekolah menengah atas, pria alumni SMA Negeri 3 Denpasar ini diterima di dua jurusan. Arsitektur dan teknik sipil Universitas Udayana. Namun tawaran jurusan arsitektur dibuangnya karena hatinya lebih memilih jurusan teknik sipil. "Saya suka menghitung, tapi daya cipta saya kurang. Jadi saya tidak memilih arsitektur saat itu." ujar pria kelahiran Gianyar, 21 Juli 1976 ini. 

           Pilihan teknik sipil memang tepat baginya. Bapak dari tiga orang anak ini bisa menyelesaikan bangku kuliahnya dengan mudah hingga tahun 2002. Setelah lulus dari Universitas Udayana, ia langsung mendapat tawaran dari beberapa perusahaan. “Memiliki kemampuan berinteraksi yang baik dengan masyarakat, membuat saya sering mengunjungi hampir seluruh Indonesia, seperti Medan, Pekanbaru, seluruh Jawa, kecuali Jayapura.” kenangnya.

         Meski bakatnya di bidang teknik sipil, ia tidak hanya bekerja di perusahaan milik orang lain saja. Pria yang beralamat di Jalan Bukit Sari II no. 19 Padang Sambian ini pun membuka usaha travel online, bekerjasama dengan teman karibnya. Namun setelah tiga tahun usaha berjalan, perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan. “Ini terjadi karena teman yang saya ajak bekerjasama berkhianat.” sesalnya. 

         Diterpa badai kebangkrutan, tetap membuatnya bekerja keras untuk kembali menata kehidupannya. Jerih payah tersebut terbayar ketika ia menjabat sebagai konsultan teknik di CV Permata. Banyak proyek yang ia tangani, seperti menjadi pengawas proyek bangunan, jalan raya dan lainnya. 

       Hobinya yang bekerja di lapangan dan bertemu dengan masyarakat tentunya mengalami suka dan duka. “Terkadang disaat menjalani proyek, ada saja masyarakat yang tidak memiliki pemikiran yang sama dan menimbulkan suatu masalah, namun jika sudah memiliki pemikiran yang sama, proyek pun mudah dikerjakan.” tuturnya. 

       Mencoba hal yang baru adalah kegemarannya, maka dari itu ia gemar berpindah-pindah perusahaan. Setelah menjadi pengawas di proyek pemipaan sekarang ini, ada juga proyek - proyek yang masih menunggu untuk ditangani olehnya seperti proyek gedung di kawasan Renon, proyek pembangunan rumah pribadi, dan renovasi di Jalan Veteran. "Jalani apa adanya saja," ucap pria berkumis tebal ini dengan senyum lebarnya. (sar)

Pengunjung Lainnya

We have 101 guests and no members online