• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Darah seni yang mengalir di sekujur tubuhnya memilih fotografi sebagai tambatan hati. Kini, tambatan hatinya menggiring Anom Manik Agung ke gerbang kesuksesan melalui taburan pupuk ketekunan dan siraman kerja keras.

        Anom Manik Agung sangat hobi memotret. Ia menekuni dunia fotografi lantaran hobi tersebut muncul sejak di bangku kuliah. Dilahirkan di keluarga seni membuatnya turut menyukai sesuatu  berbau kesenian. Maka dari itu, disaat teman-temannya dulu bingung memilih jurusan setelah lulus SMA, dengan cepat ia memilih Seni Rupa dan Design untuk pilihan jurusannya di Universitas Udayana. 

       Semasa kuliah, pria bergaya kasual ini sering menjadi fotografer di beberapa majalah hingga mampu menghasilkan uang sendiri. Berkat pengalaman tersebut, kini ia berhasil membangun usahanya sendiri yaitu sebuah studio foto di kawasan rumahnya. Membangun sebuah usaha tentu perlu kerja keras. Berawal modal dari usaha, seorang single parent ini tekun mengumpulkan uang dari gajinya sebagai fotografer dari majalah-majalah dan sebagian dibantu orang tuanya.

        Pria berkulit sawo matang ini memutuskan menjadi fotografer profesional sejak tahun 1997. Keputusan itu menjadi pilihannya hingga kini. Anom pun kerap memenangkan puluhan penghargaan nasional dan internasional. “Karena hal itu, saya sering diundang sebagai pembicara dan juri lomba foto,” ujar pria bermata teduh ini. Atas prestasi dan kemampuannya di bidang fotografi,  Anom dipercaya untuk menjabat sebagai ketua Perhimpunan Fotografer Bali (PFB). Alamat kantor PFB adalah di rumahnya sendiri, yaitu di Jalan Kecubung no. 81 Denpasar. 

       Sebagai fotografer yang sudah berpengalaman, ia telah merasakan pahit manisnya bergabung di PFB. Menjuarai banyak lomba, dan mempunyai banyak teman yang sehobi merupakan sisi manis yang didapatkannya di perhimpunan ini. Ada manis, ada pahit. Kerap kali ada pengalaman tak terbayangkan selama menjadi fotografer. “Pernah ketika ingin membidik foto, tiba-tiba anak ke-4 saya lupa membawa kamera,” kenangnya. Selain itu, sempat juga kameranya hampir hilang, dan hampir jatuh saat ingin membidik suatu objek. 

       Bercermin dari profesinya sebagai fotografer, ia pun menginginkan lebih banyak lagi kegiatan fotografi yang dilaksanakan  agar terus dapat mengimbangi bakat tiap generasi dalam bidang fotografi. “Jika ingin menjadi fotografi yang sukses, haruslah menjaga kesehatan tubuh, menyiapkan mental, dan mampu mengatur waktu dengan baik." pesan pria berzodiak virgo ini sembari mengulas senyum. (sar/svt)

Pengunjung Lainnya

We have 107 guests and no members online