• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Profil

Dengan terbuka I Dewa Made Agung menceritakan bagaimana proses menjelang perhelatan D’TIK festival. “Banyak kendala yang  dialami menjelang D’TIK festival,” ungkap Ketua Panitia D’TIK Festival ini. 

        Menjadi penanggung jawab sebuah acara tak semudah membalikkan telapak tangan. “Saya terpilih menjadi panitia karena anggapan rekan-rekat pemkot Denpasar. Kata mereka, saya tegas dalam bekerja demi mengayomi masyarakat dan dipilih berdasarkan sistem voting,” ujarnya sembari tersenyum. Proses perencanaan D’TIK festival tak hanya memakan waktu yang lama, akan tetapi juga memakan biaya yang sangat banyak.

“Biaya yang dikeluarkan sangat banyak untuk membiayai kompetisi, , workshop dan pameran dalam serangkaian acara D’TIK festival  itulah kendala yang dialami. Bahkan ketika persiapan panitia sempat terpelanting 20 juta rupiah untuk membiayai acara,” cerita alumni SMAN 3 Denpasar angkatan kelima. 

         Terpelanting 20 juta rupiah tak membuat pria penyuka masakan Bali ini menyerah untuk membuat D’TIK festival. “Terpelanting 20 juta rupiah untuk membiayai dekorasi dan hadiah untuk kompetisi, saya sempat kaku mendengarnya. Namun, saya berusaha dengan cara mencari sponsor dan menjalin kerja sama, ” ujarnya tersenyum. Kelelahan fisik dan mental selalu terselip dalam diri pria berusia 48 tahun itu. “Saya lelah fisik karena menyita waktu dan lelah mental karena kelelahan berpikir acaranya  akan lancar atau tidak,” kenang pria kelahiran Gianyar, 25 Mei 1996. Namun, ia tetap termotivasi bahwa acara D’TIK Festival penting untuk masyarakat Denpasar sebagai hiburan dan pengetahuan menyangkut teknologi.  (des)

Pengunjung Lainnya

We have 61 guests and no members online