• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

  Pelajar kurang meminati penelitian. Padahal melalui penelitian, remaja dapat meniti jembatan menuju generasi emas. Hmm, mengapa ya?

 

        Selama ini, orang memandang penelitian sebelah mata. “Di masa sekarang, kebanyakan generasi muda cenderung hanya menikmati hasil, namun malas membuat,” ujar guru SMA Tunas Daud yang akhir tahun lalu menjadi juara pertama lomba penelitian untuk guru se-Denpasar, Wayan Sauri Peradhayana. Pendapatnya mengacu pada realita yang terjadi kini, dimana minat menciptakan sesuatu yang baru sangat kurang. Proses penciptaan hal baru inilah disebut penelitian. 

        Menciptakan hal baru, menurut Dosen Fak. Pertanian Unud, Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya M.Agr sama seperti penelitian yang memiliki proses mengungkapkan sesuatu melalui metode ilmiah. “Penelitian melatih sikap keingintahuan seseorang terhadap hal baru, mendidik karakter, kejujuran, dan menajamkan intuisi,” jelas Alit Susanta.

        Kegiatan penelitian yang diutarakan Alit Susanta, selaras dengan sistem pendidikan bangsa. Dengan kata lain, melakukan penelitian dapat mengembangkan sikap kritis, kreatif, inovatif, serta jujur pada kriteria pendidikan bermutu. Dalam implementasinya, hubungan timbal balik antara pendidikan dan penelitian akan menghasilkan karya-karya hebat. “Dunia masih haus akan hasil-hasil penelitian penunjang kehidupan. Jika generasi muda menanamkan jiwa meneliti dari sekarang, nantinya pasti menciptakan penelitian-penelitian menakjubkan dan disorot masyarakat” terang peneliti remaja dari SMAN 3 Denpasar, I Gusti Agung Made Yogiswara. 

        Meski begitu, menurut guru SMAN 3 Denpasar yang dipercaya sebagai Kordinator Forum Peneliti Muda Trisma, I Made Adi Sukariawan,S.Pd, motivasi jiwa meneliti pada generasi muda masihlah kurang. “Memang ada beberapa pelajar yang memiliki kemampuan dan niat untuk menghasilkan penelitian yang bermutu dan berkualitas. Namun orang-orangnya hanya itu-itu saja. Sangat sedikit,” paparnya.

        Melihat kenyataan ini, mantan Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park-SMAN 3 Denpasar, Putu Ayu Suastidewi mencoba membangkitkan semangat. “Kebanyakan jika mendengar kata penelitian pasti memikirkan hal yang berat-berat,” ujar Suastidewi yang penelitiannya masuk finalis peneliti belia tingkat Asia Pasific. Menurut Suastidewi, pihak sekolah perlu menggencarkan motivasi dan membimbing pelan-pelan agar penelitian terlihat mengasyikkan. Penelitian bukan hanya tentang pelajaran eksak. Masih ada juga humaniora. 

        Motivasi yang Suastidewi beri, menyiratkan bahwa penelitian itu penting dan menjadi modal masa depan. “Anak muda harus peduli kalau mereka (generasi emas-red) yang nantinya akan  memimpin bangsa ini. Dan lewat penelitian, karya mereka akan dihargai orang banyak,” tegas Ni Nyoman Oktaria Asmarani selaku Pemimpin Umum Madyapadma Journalistic Park. Sehingga nantinya, pengembangkan minat dan realisasi penelitian dikalangan generasi muda, menghantarkan Indonesia menjajaki masa keemasan yang akan datang. (svt)

Pengunjung Lainnya

We have 143 guests and no members online