• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Artikel

Oleh: Ni Luh Gede Dian Sutarini

       Nyepi merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Hindu karena tradisi yang dilaksanakan sangat mencirikan kebudayaan masyarakat Hindu di Indonesia. Nyepi sudah mendunia dan dikenal oleh khalayak umum, karena pada hari raya Nyepi masyarakat Hindu melaksanakan Catur Bratha Penyepian yang terdiri dari 4 hal, yaitu tidak menyalakan api (amati geni), tidak melakukan karya (amati karya), tidak pergi ke luar rumah (amati lelungan) , tidak bersenang-senang atau berfoya-foya (amati lelanguan). 

       Hal-hal tersebut nantinya dapat membantu kita untuk melakukan introspeksi (penyucian diri). Sayangnya, pada masa kini, Catur Bratha Penyepian mulai jarang dilakukan. Apa penyebab kesadaran yang kian menurun tersebut? Rendahnya penanaman nilai agama dan budaya dari keluarga serta lingkungan, kurangnya minat generasi muda untuk memaknai perayaan Nyepi itu sendiri, hingga ketidaktahuan mereka mengenai adanya Catur Bratha Penyepian yang patut dilaksanakan saat Nyepi. 

       Lalu, apa dampaknya? Akibat buruk yang dapat terjadi adalah merosotnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia khususnya umat Hindu jika Catur Bratha Penyepian mulai tertinggal dan terlupakan.

       Perhatian dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda. Dukungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar akan membantu melestarikan tradisi luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Edukasi mengenai Catur Bratha Penyepian dapat dilakukan dengan berbagai cara tidak hanya dengan edukasi secara formal yang diberikan di instansi pendidikan tetapi edukasi secara informal yang sering dijumpai di banjar atau desa-desa adat. Namun kembali lagi pada pribadi masing-masing, percuma saja melakukan Catur Bratha Penyepian jika tidak didasari dengan ketulusan hati. 

Pengunjung Lainnya

We have 177 guests and no members online