• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • +6285-739880-014
Category: Laporan Utama

       Hari-hari menjelang pemilu semakin dekat. Ribuan calon legislatif pun makin gencar berkampanye demi meyakinkan masyarakat untuk memilih salah satu dari mereka. Namun apakah suasanya kampanye politik ini berpengaruh pada para pemilih muda?

       Mendekati Hari-H Pemilihan Umum (9/4), hawa politik dari orang-orang yang berkecimpung dalam kegiatan politik semakin pekat. Tak ayal, taksu tahun 2014 yang disebut-sebut sebagai tahun politik semakin diakui keberadaannya. Banyak sosialisasi terkait pemilu digalakan, salah satunya dengan kegiatan gerak jalan sehat di seputaran Monumen Bajra Sandhi Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (9/3) kemarin yang diadakan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan diikuti oleh perwakilan 50 orang tiap instansi, termasuk SMA Negeri 3 Denpasar. "Dalam kegiatan ini, sekolah diwakilkan oleh anak-anak kelas X IPS untuk jalan santai. Meskipun belum 17 tahun, tidak masalah karena kondisi kelas XII yang sedang UAS," Jelas Drs. I Ketut Arya Putra, M.pd selaku Wakasek Kesiswaan dan pendamping saat jalan santai berlangsung.

       Diundangnya SMA seluruh Denpasar untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi pemilu tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat pemilu berkualitas pada masing-masing individu, terutama pada generasi muda yang baru menginjak 17 tahun agar tidak memandang sebelah mata pada kegiatan politik. Hal ini tersirat pada pidato Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat membuka jalan sehat tersebut. Hal serupa diutarakan oleh Ni Putu Pande Mirah Surya Dewi kelas XII IPA 7, "Pemilu memang tidak boleh dianggap main-main, sebagai pemilih pemula, persiapan saya sih lihat-lihat dulu mana caleg yang pantas dan terkenal, baru memastikan pilihan mana yang harus saya pilih,"

       Meski begitu banyak sosialisasi yang dilakukan berbagai pihak, masih saja banyak orang yang bersikap apatis dalam menyikapi pemilu. "Kalau dilihat dari kegiatannya, jalan santai itu kurang efektif membangkitkan semangat berpolitik orang banyak, apalagi generasi muda," terang Drs. Agus Agung Adiputra selaku salah satu guru Trisma mengomentari jalannya sosialisasi pemilu tersebut. Beliau menambahkan lagi, agar sosialisasi berjalan efektif, khusus untuk anak muda, akan lebih baik jika sosialisasi diadakan ke masing-masing sekolah menengah atas atau ke tiap-tiap banjar pada Sekaa Truna-Truni disana agar penerapannya kedepan semakin bermanfaat, karena generasi muda, walau sebagai pemilih pemula juga sangat berperan penting dalam penentuan pemimpin bangsa yang diharapkan menjadikan negara Indonesia lebih berkualitas.(svt)

Pengunjung Lainnya

We have 213 guests and no members online